Skip to main content

SOSIALISASI TERTIB LALU LINTAS DAN PEREKAMAN E-KTP DI SMK N 2 KEBUMEN

Joksang,

KEBUMEN, SMK Negeri 2 Kebumen. Pada hari Kamis (19/01) 2023, Sat Lantas Polres Kebumen menggelar  kegiatan “Police Goes To School” di SMK Negeri 2 Kebumen, Acara berlangsung di Aula SMK N 2 Kebumen. Kurang lebih sebanyak 605 peserta didik SMK N 2 Kebumen mengikuti acara tersebut. Acara digelar dalam rangka untuk mensosialisasikan tertib berlalu lintas, terutama dalam permasalahan pemasangan knalpot bersuara bising atau lebih dikenal dengan knalpot brong. Sat Lantas Polres Kebumen lebih intens mengatasi masalah tersebut, karena mayotitas pelanggaran knalpot brong dilakukan oleh remaja.

Di kegiatan lain, bekerja sama dengan Dis Duk Capil, SMK N 2 Kebumen melakukan perekaman E-KTP bagi seluruh peserta didik dan Aktivasi identitas kependudukan digital (IKD) bagi guru, karyawan dan peserta didik yang sudah memiliki KTP. Kegiatan berlangsung dari tanggal 17 Januari sampai 19 Januari 2023.

Maju dan terus berprestasi SMK Negeri 2 Kebumen

PEMERIKSAAN KADAR HB BAGI SISWI KELAS X SMK NEGERI 2 KEBUMEN

Joksang,

KEBUMEN, SMK Negeri 2 Kebumen. Pemeriksaan kadar Hb (hemoglobin) dilaksanakan pada Selasa, 10 Januari 2023 pukul 08.00 sampai selesai. Kegiatan ini diselenggarakan di aula atas SMK Negeri 2 Kebumen. Kegiatan ini merupakan salah satu wujud kerja sama dengan Puskesmas Kebumen I. Pemeriksaan Hb bagi siswi kelas X sebagai upaya untuk mengetahui status anemia pada remaja putri. Pihak Puskesmas Kebumen I juga menyampaikan efek jangka panjang dari pengecekan kadar Hb ini. Efek tersebut adalah dalam rangka pencegahan stunting yang saat ini menjadi salah satu program dinas kesehatan Kabupaten Kebumen.

            Kegiatan ini melibatkan siswi kelas X SMK Negeri 2 Kebumen dengan jumlah 203 siswi dari seluruh kompetensi keahlian. Hasil pemeriksaan didapatkan sebanyak 17,7% remaja putri mengalami anemia dan dirujuk ke puskesmas terdekat untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Dilansir dari laman WHO, anemia adalah suatu kondisi di mana jumlah sel darah merah atau konsentrasi hemoglobin di dalamnya lebih rendah dari biasanya. Hemoglobin diperlukan untuk membawa oksigen dan jika sel darah merah terlalu sedikit atau abnormal, maka akan terjadi penurunan kapasitas darah untuk membawa oksigen ke jaringan tubuh. Hal ini menyebabkan gejala seperti kelelahan, kelemahan, pusing, sesak napas, pucat, dan lain sebagainya.

Selain itu, anemia pada remaja putri juga bisa berdampak dalam penurunan prestasi di sekolah dan berisiko mengalami anemia saat kehamilan, sehingga menyebabkan pertumbuhan dan perkembangan janin yang tidak optimal serta dapat menyebabkan komplikasi dalam persalinan seperti pendarahan, melahirkan bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) atau bahkan terjadi kematian pada ibu dan anak.

            Anemia memang kerap kali diderita oleh remaja putri yang termasuk ke dalam Wanita Usia Subur (WUS). WUS adalah wanita yang memiliki usia dari rentang 15-49 tahun. Hal ini disebabkan karena adanya siklus menstruasi yang dialami oleh wanita setiap bulannya. Tidak hanya itu, penyebab lain juga bersumber dari tidak terpenuhinya asupan zat besi dalam tubuh yang dapat diperoleh melalui protein hewani seperti daging, ikan, atau hati ayam.

Salah satu upaya yang dilakukan oleh PMR Wira SMK Negeri 2 Kebumen yaitu dengan membagikan Tablet Tambah Darah (TTD). Hal ini dilakukan guna mencegah anemia yang rentan dialami oleh remaja putri. Dosis yang diberikan adalah satu tablet setiap minggu selama sepanjang tahun.

Maju dan terus berprestasi SMK Negeri 2 Kebumen

#PMR_Wira_Stemda

#Inter_Arma_Caritas

#Siamo

KEGIATAN WIRA BAKTI, BERSAMA MENJAGA KELESTARIAN PANTAI CEMARA SEWU

Joksang,

KEBUMEN, SMK Negeri 2 Kebumen, Palang Merah Remaja (PMR) Wira SMK Negeri 2 Kebumen meyelenggarakan kegiatan Wira Bakti di Pantai Cemara Sewu, Desa Karangrejo, Kecamatan Petanahan, Kabupaten Kebumen pada tanggal 10 Desember 2022. Wira Bakti ini meliputi beberapa kegiatan antara lain jalan pagi, bersih-bersih pantai, bakti sosial dan games.  Kegiatan ini merupakan agenda rutin program kerja PMR Wira SMK Negeri 2 Kebumen, sebagai upaya untuk mewujudkan peduli lingkungan.

Kegiatan jalan pagi dilakukan dari tempat parkir truk ke lokasi tepi Pantai Cemara Sewu. Kegiatan ini dilakukan agar anak terbiasa untuk olahraga ringan dan untuk menjaga kesehatan. Kemudian pengkondisian peserta untuk mengikuti kegiatan selanjutnya, pengarahan dari dewan kerja kepada andik PMR terkait rangkaian kegiatan pada hari itu.

Di sekitar pantai banyak sampah yang berserakan. Sampah tersebut merupakan sampah yang terbawa aliran sungai dari hulu hingga ke muara dan juga sampah yang dibawa dan ditinggalkan oleh pengunjung pantai. Tujuan dari kegiatan bersih pantai adalah meningkatkan kepedulian dan partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan pesisir untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan lestari.

Setelah kegiatan bersih pantai, dilanjutkan dengan bakti sosial di lingkungan sekitar pantai, beberapa yang diberi adalah penjual warung yang ada disekitar pantai. Kegiatan bakti sosial merupakan wujud dari kepedulian atau rasa kemanusiaan terhadap sesama, dengan harapan bisa menambah wawasan dan pengetahuan sosial, membantu pembentukan sikap dan kepribadian siswa serta menumbuhkan semangat untuk menemukan inspirasi baru. Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan games sebagai sarana belajar supaya siswa bisa lebih kreatif dalam berfikir, dan sebagai sarana hiburan juga bagi andik setelah melakukan beberapa kegiatan di hari itu.

Harapan kami ke depannya bagi PMR Wira SMK Negeri 2 Kebumen, kegiatan wira bakti bisa menjadi kegiatan rutin dalam rangka untuk mewujudkan peduli lingkungan dan peduli terhadap sesama.

Maju dan terus berprestasi SMK Negeri 2 Kebumen

#PMR_Wira_Stemda

#Inter_Arma_Caritas

#Siamo

BEST PRACTICES PROCEDURE MANUAL TECHNOLOGY

 

LK 3.1 Menyusun Best Practices

 

Menyusun Cerita Praktik Baik (Best Practice) Menggunakan Metode Star (Situasi, Tantangan, Aksi, Refleksi Hasil Dan Dampak)

Terkait Pengalaman Mengatasi Permasalahan Siswa Dalam Pembelajaran

 

Lokasi SMK Negeri 2 Kebumen
Lingkup Pendidikan SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN
Tujuan yang ingin dicapai Tujuan yang hendak dicapai dalam praktik pembelajaran ini adalah :

Meningkatkan pemahaman peserta didik pada pembelajaran bahasa inggris materi procedure text manual technology

Penulis Rianti Mayasari
Tanggal 17 Januari 2023
Situasi:

Kondisi yang menjadi latar belakang masalah, mengapa praktik ini penting untuk dibagikan, apa yang menjadi peran dan tanggung jawab anda dalam praktik ini.

Latar Belakang Masalah

Kondisi yang menjadi latar belakang masalah dari praktek pembelajaran ini adalah :

  1. Peserta didik mengalami kesulitan dalam memahami isi teks bacaan bahasa Inggris procedure text manual technology
  2. Siswa terlihat kurang antusias dan kurang aktif dalam pembelajaran bahasa inggris yang disebabkan oleh pembelajaran yang dilakukan oleh guru cenderung masih monoton, kurang menarik dan kurang bisa memotivasi siswa
  3. Pemanfaatan teknologi informasi dan multimedia dalam pembelajaran Bahasa Inggris kurang optimal

Praktik Baik pembelajaran ini penting untuk dibagikan karena saya berpikir banyak guru mengalami permasalahan yang sama dengan yang saya alami, sehingga praktek ini diharapkan selain bisa memotivasi diri saya sendiri, juga diharapkan bisa menjadi referensi atau inspirasi rekan guru yang lain.

Pada kegiatan pelaksanaan praktik pembelajaran yang telah penulis laksanakan di SMK Negeri 2 Kebumen, guru memiliki peran sebagai:
Motivator
Hal utama yang dilakukan pada saat masuk kelas untuk melaksanakan proses kegiatan belajar mengajar adalah memotivasi peserta didik terlebih dahulu agar mereka  tertarik dan termotivasi untuk mengikuti pembelajaran.

Fasilitator
Untuk mencapai hasil yang sesuai dengan perencanaan, guru memfasilitasi peserta didik untuk mendapatkan pengalaman belajar yangmenyenangkan dan bervariasi. Seperti menyiapkan bahan ajar yang sesuai dengan materi, menayangkan video.

Tutor
Dalam rangka proses pencapaian hasil belajar yang optimal, guru juga membimbing peserta didik untuk belajar secara berkelompok, membimbing selama diskusi untuk menemukan solusi,membimbing untuk mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas, dan merespon tanggapan peserta kelompok lain.

Tantangan :

Apa saja yang menjadi tantangan untuk mencapai tujuan tersebut? Siapa saja yang terlibat,

Hal yang menjadi tantangan untuk mencapai tujuan berdasarkan permasalahan yang dihadapi yaitu:

  1. Pemilihan model pembelajaran yang tepat sesuai dengan materi pembelajaran dan kondisi siswa serta kondisi sekolah
  2. Peningkatan kompetensi guru untuk merancang pembelajaran yang mampu menumbuhkan motivasi belajar siswa melalui proses pembelajaran yang menyenangkan dan melibatkan keaktifan siswa di kelas
  3. Penggunaan media pembelajaran yang inovatif serta menarik untuk siswa yang terintegrasi dengan teknologi masa kini
Pada     proses     praktek     pelaksanaan       kegiatan      pembelajaran penulis melibatkan beberapa pihak diantaranya adalah :

  1. Peserta Didik Kelas XII TP3
  2. Kepala Sekolah
  3. Rekan Sejawat
  4. Wali Kelas XII TP 3
  5. Toolman
  6. Dosen Pembimbing
  7. Guru Pamong
Aksi :
Langkah-langkah apa yang dilakukan untuk menghadapi tantangan
tersebut/ strategi apa yang digunakan/ bagaimana prosesnya, siapa saja yang terlibat / Apa saja sumber daya atau materi yang diperlukan untuk melaksanakan strategi ini
Tantangan Pemilihan model pembelajaran yang tepat sesuai dengan materi pembelajaran dan kondisi siswa serta kondisi  sekolah

  1. Strategi yang dilakukan dalam pemilihan model pembelajaran inovatif yaitu dengan memahami karakteristik peserta didik dan karakteristik materi pelajaran.Adapun model pembelajaran yang dipilih yaitu Model Problem Based Learning (PBL). Pada model pembelajaran ini terdapat langkah-langkah pembelajaran yang dapat menarik perhatian peserta didik terhadap pembelajaran serta meningkatkan rasa ingin tahu peserta didik, karena model ini berorientasi pada masalah dihubungkan dengan materi pelajaran yang akan dipelajari peserta didik dan dihubungkan dengan dunia nyata peserta didik. Langkah- langkah pada model pembelajaran ini adalah mengorientasikan peserta didik pada masalah, mengorganisasikan peserta didik untuk belajar, membimbing penyelidikan individu maupun kelompok, mengembangkan dan menyajikan hasil karya, serta menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah.
  2. Proses pemilihan model ini yaitu mempelajari model-model pembelajaran inovatif melalui kajian literatur, mempelajari kemampuan awal dan kebiasaan atau gaya belajar peserta didik dan mempelajari karakteristik materi pembelajaran yang akan diajarkan.Pada tahap mengorientasikan peserta didik pada masalah guru menyajikan gambar sebuah permasalahan yang dihadapkan dengan dunia nyata peserta didik yaitu gambar sebuah smartphone yang banyak muncul gangguan notifikasi dan menyajikan video tentang seseorang yang tidak tahu bagaimana cara mengoperasikan vending machine. Masalah tersebut dipilih karena dekat dengan dunia nyata siswa sehingga dengan berpikir tingkat tinggi (HOTS) anak anak mencoba untuk menganalisis permasalahan yang disajikan oleh guru.Pada tahap mengorganisasikan peserta didik untuk belajar peserta didik menemukan fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan dari prosedur teks manual technology yaitu pengoperasian vending machine yang terdapat pada sebuah teks pada lembar kerja siswa secara bersama – sama Pada tahap membimbing penyelidikan individu dan kelompok peserta didik diminta untuk menganalisis fungsi sosial, struktur teks dan unsurmkebahasaan sebuah teks prosedur manual technology. Peserta didik disajikan teks prosedur acak dari sebuah mesin ATM kemudian siswa menyusun secara urut langkah acak tersebut sehingga membentuk prosedur teks yang benar, kemudian peserta didik menganalisisnya secara berkelompok. Pada tahap ini guru memonitoring kegiatan kelompok siswa dan membimbing kegiatan kelompok peserta didikPada tahap mengembangkan dan menyajikan hasil karya peserta didik membuat prosedur teks sebuah manual teknologi secara berkelompok dengan cara scanning barcode. Peserta didik berkesplorasi mencari informasi melalui internet dalam pembuatan procedure teks tersebut. Teks prosedur manual teknologi yang telah dibuat oleh tiap kelompok kemudian disusun dalam bentuk powerpoint yang juga bisa dikerjakan dengan media canva. Kemudian setiap kelompok menyajikan hasil karya procedure text manual technology yang telah dibuat dengan mempresentasikannya di depan kelas secara bergantian.Pada tahap menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah guru membuat umpan balik dari hasil karya yang telah disajikan. Peserta didik yang lain memberikan saran masukan dan kesan dari setiap kelompok presentasi yang telah menyelesaikan tahapan tersebut. Pada tahap ini guru mengevaluasi pemecahan masalah yang diuraikan di awal dan memastikan bahwa pembelajaran telah berlangsung baik dan peserta didik memahami apa yang telah dipelajari.
  3. Sumber daya yang diperlukan yaitu jaringan internet dan buku-buku yang terkait dengan model pembelajaran inovatif.

Tantangan Peningkatan kompetensi guru untuk merancang pembelajaran yang mampu menumbuhkan motivasi belajar siswa melalui proses pembelajaran yang menyenangkan dan melibatkan keaktifan siswa

  1. Strategi yang dilakukan guru dalam menumbuhkan motivasi belajar siswa adalah dengan merancang pembelajaran yang berpusat pada siswa. Disini guru mengembangkan RPP dan LKPD dengan kegiatan yang berpusat pada siswa dengan mengacu pada Kompetensi Dasar, Indikator Pencapaian Kompetensi serta Tujuan Pembelajaran yang akan dicapai
  2. Proses pengembangan RPP yang berpusat pada peserta didik yaitu dengan menentukan langkah – langkah atau kegiatan- kegiatan pembelajaran apa saja yang dapat meningkatkan pemahaman peserta didik dalam mempelajari procedure text manual technology serta menghubungkannya dengan kebermanfaatan materi procedure text manual technology tersebut di dunia nyata peserta didik. Sehingga peserta didik termotivasi dan antusias untuk mempelajarinya
  3. Sumber daya yang diperlukan adalah kompetensi dan kreatifitas guru dalam membuat dan mengembangkan RPP serta LKPD yang berpusat pada siswa

Tantangan Penggunaan media pembelajaran yang inovatif serta menarik untuk siswa yang terintegrasi dengan teknologi masa kini

  1. Strategi yang digunakan menggunakan media audio visual berupa video pembelajaran yang berkaitan dengan materi pembelajaran yang disajikan dengan power point juga dengan gambar yang menarik perhatian dan rasa ingin tahu peserta didik. Perhatian peserta didik lebih terpusat pada pembelajaran. Media lain yang digunakan adalah menggunakan aplikasi canva, sehingga peserta didik langsung menerapkan pembuatan formal invitation dalam bentuk digital invitation yang mereka buat sendiri
  2. Penggunaan video pembelajaran bersumber dari video YouTube yang disesuaikan dengan materi pembelajaran dan video pembelajaran yang dibuat sendiri sebagai hasil karya penulis dan juga beberapa gambar yang relevan.
  3. Sumber daya yang diperlukan untuk mendapatkan media pembelajaran inovatif ini yaitu LKPD dan modul Digital di situs live worksheet, benda-benda konkrit, jaringan internet, laptop, smartphone, printer, aplikasi microsof office word dan power point.

Berkaitan dengan bahan ajar dan media ajar

Guru menggunakan bahan ajar berupa LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik) untuk mengukur ketercapaian belajar peserta didik dan guru juga menggunaakan video pembelajaran yang ditampilkan lewat LCD proyektor, dengan berbantuan salindia dari microsoft power point secara konkrit dikolaborasikan dengan berbasis TPACK sehingga siswa lebih mudah memahami materi yang diajarkan dan dapat meningkatkan minat belajar peserta didik
Berkaitan dengan penilaian
Guru juga menggunakan lembar penilaian untuk menilai secara keseluruhan dari penilaian sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Pada instrumen terdapat kisi-kisi, indikator ketercapaian, dan rubrik penilaian untuk melengkapi penilaian di akhir pembelajaran. Serta menggunakan website quizizz untuk menilai aspek pengetahuan peserta didik. Dalam hal ini, guru mengunggah pertanyaan- pertanyaan tentang teks prosedur manual technology. Kemudian, meminta peserta didik untuk mengunjungi website tersebut melalui link yang sudah dibagikan di grup Whatsapp kelas. Lalu, peserta didik langsung megerjakan quizizz tersebut menggunakan handphone masing-masing.

Refleksi Hasil dan dampak Bagaimana dampak dari aksi dari Langkah-langkah yang dilakukan? Apakah hasilnya efektif? Atau tidak efektif?

Mengapa? Bagaimana respon orang lain terkait dengan strategi yang dilakukan, Apa yang menjadi faktor keberhasilan atau ketidakberhasilan dari strategi yang dilakukan? Apa pembelajaran dari keseluruhan proses tersebut

Dampak dari aksi dan langkah-langkah yang dilakukan dirasa efektif dilihat dari:

  1. Pemilihan model pembelajaran dan juga kegiatan yang berpusat pada siswa meningkatkan keaktifan siswa saat proses pembelajaran sehingga siswa termotivasi untuk belajar. Respon siswa terhadap kegiatan pembelajaran ini adalah sangat antusias. Bisa dilihat dalam kegiatan refleksi akhir pembelajaran, siswa memberikan refleksi kalau dalam pembelajaran sangat menyenangkan dan media pembelajaran menarik dan mudah dipahami. Penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dapat membuat pemahaman peserta didik lebih baik dan peserta didik lebih termotivasi terhadap materi teks prosedur kelas XII SMK Negeri 2 Kebumen. Peserta didik bersemangat dan tidak bosan dalam pembelajaran, karena pada saat pembelajaran juga diberikan tayangan video. Selain itu, peserta didik di bagi menjadi beberapa kelompok serta per kelompok menjawab soal yang diberikan. Peserta didik juga diminta untuk mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas. Lalu, peserta didik kelompok lain diberikan kesempatan untuk memberikan tanggapan.
  2. Faktor keberhasilan pembelajaran ini sangat ditentukan oleh penguasaan guru terhadap media pembelajaran, model pembelajaran dan langkah-langkah dalam rencana pelaksanaan pembelajaran yang telah dibuat. Pembelajaran yang bisa diambil dari proses dan kegiatan yang sudah guru lakukan adalah guru bisa lebih kreatif dan inovatif dalam memilih model dan media pembelajaran. Faktor yang menunjukkan bahwa model pembelajaran yang telah dilakukan berhasil adalah dengan peningkatan pemahaman peserta didik dalam belajar dan hasil belajar yang dicapai. Oleh karena itu, dengan Model Problem Based Learning (PBL) dan media pembelajaran yang menarik, dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik.
  3. Penggunaan media audio visual yang terintegrasi dengan teknologi berupa video pembelajaran dan penggunaan media berbantuan canva ini sangat membantu pemahaman siswa mengenai teks prosedur yang dapat dibuktikan dengan suasana pembelajaran yang sangat menyenangkan dan keaktifan siswa selama pembelajaran serta rangkaian kegiatan pada LKPD yang dikerjakan dengan sangat baik hingga tahap evaluasi menggunakan media quizzezz juga lebih menyenangkan peserta didik.

Pembelajaran yang dapat diambil dari seluruh rangkaian proses ini adalah guru yang profesional adalah guru yang mengajar sesuai dengan kurikulum yang berlaku dan diikuti dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang sesuai. Guru yang hebat selalu meng- upgrade diri dengan menggunakan teknologi sehingga menjadi guru yang kreatif dan inovatif.

Dokumen dalam bentuk pdf dapat diunduh pada tautan berikut ini:
BEST PRACTICE PROCEDURE MANUAL TECHNOLOGY.pdf

IHT IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA

 

Joksang,

KEBUMEN, SMK Negeri 2 Kebumen, memulai tahun 2023 dan pembelajaran semester genap SMK Negeri 2 Kebumen mengadakan IHT Implementasi Kurikulum Merdeka (2 sampai 3 Januari) tahun 2023 bertempat di Aula atas SMK Negeri 2 Kebumen. IHT dibuka oleh Kepala Sekolah Nurul Aini, S.Pd., M.Pd. dan diikuti oleh seluruh bapak dan ibu guru sebanyak 111 peserta dengan nara sumber dari pengawas SMK.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pada hari pertama (2/1) mengundang bapak Drs. Wiji Sasongko dengan materi pada sesi pertama tentang Penguatan pemahaman Permen No. 4 tahun 2022 tentang Standard Nasional Pendidikan dan Permendikbud ristek No. 21 tahun 2022 tentang Standard Penilaian. Sedangkan pada sesi ke-2  tetang sinkronisasi pencapaian pembelajaran mata pelajaran kejuruan dan umum.

Pada hari ke-2 (3/1) disampaikan materi tentang penguatan penyusunan modul ajar  dan Assesmen dalam IKM oleh Drs. Suka Bagyana, M.Pd.. Diharapkan dengan IHT ini para peserta lebih bisa memahami pembelajaran dengan Kurikulum Merdeka.

 

Maju dan terus berprestasi SMK N 2 Kebumen.