Skip to main content

SMKN 2 Kebumen Resmikan Pembukaan Kelas Industri TITL Bersama PT Schneider Indonesia – Cikarang Plant


KEBUMEN – 09 Oktober 2026

Komitmen SMK Negeri 2 Kebumen dalam memperkuat keselarasan antara dunia pendidikan vokasi dan Industri Dunia Kerja (IDUKA) terus berlanjut. Melalui Jurusan Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL), SMKN 2 Kebumen secara resmi membuka Kelas Industri Kejuruan TITL bekerja sama dengan PT Schneider Indonesia Cikarang Plant.

Momentum bersejarah ini menandai perjalanan sinergi dan kemitraan strategis yang kini telah menginjak tahun ke-5. Dihadiri Jajaran Dinas Pendidikan dan Manajemen PT Schneider Indonesia. Acara pembukaan berjalan dengan penuh khidmat dan antusiasme tinggi. Turut hadir dalam kegiatan ini: Plt. Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IX Provinsi Jawa Tengah. Kasi SMK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IX: Bapak Suci Priyono, S.E., M.M. Kepala SMKN 2 Kebumen: Bapak Joni Hariyanto, S.Pd., M.T. Sere Manager PT Schneider Indonesia: Bapak Amat Subechi. General Operation PT Schneider Indonesia: Ibu Siti Nur Mazidah. Training Specialist PT Schneider Indonesia: Bapak Sumarno beserta tim. Tim Manajemen & Pemateri PT Schneider Indonesia :Ibu Dian

Dukungan Dinas Pendidikan: Harapannya Penyerapan Alumni Lebih Luas. Dalam sambutannya, Kasi SMK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IX Provinsi Jawa Tengah, Bapak Suci Priyono, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas konsistensi kemitraan ini. “Kami berharap kerja sama antara SMKN 2 Kebumen dan PT Schneider Indonesia dapat berlangsung jauh lebih baik lagi di masa mendatang. Semoga melalui keberlanjutan Kelas Industri ini, PT Schneider dapat merekrut lebih banyak alumni SMKN 2 Kebumen untuk bergabung dan berkarier di perusahaan,” ujar Bapak Suci Priyono.

Komitmen PT Schneider Indonesia untuk Kemajuan Vokasi : Sementara itu, Sere Manager PT Schneider Indonesia Cikarang Plant, Bapak Amat Subechi, menegaskan pentingnya kolaborasi saling menguntungkan (win-win partnership) antara industri dan sekolah. “Semoga kerja sama yang telah memasuki tahun ke-5 ini dapat terus memberikan kontribusi terbaik, baik bagi kemajuan kualitas pembelajaran di SMKN 2 Kebumen maupun bagi perkembangan PT Schneider Indonesia secara berkelanjutan,” tutur Bapak Amat Subechi dalam sambutannya.

Pembekalan Materi Industri oleh Ibu Siti Nur Mazidah dan Ibu Dia. Rangkaian acara dilanjutkan dengan pemaparan materi serta sosialisasi budaya industri Schneider Indonesia yang dibawakan langsung oleh Ibu Siti Nur Mazidah (General Operation) dan Ibu Dian. Dalam sesi pemaparan materi, para peserta diberikan wawasan mendalam mengenai: Standar Teknologi & Keselamatan Kerja: Penerapan budaya Health, Safety, and Environment (HSE) khas standar manufaktur global.;Kebutuhan Kompetensi Tenaga Kerja: Gambaran keahlian teknis dan soft skills yang dibutuhkan industri ketenagalistrikan saat ini. Peluang Karier & Pembelajaran Terintegrasi: Gambaran kurikulum industri yang diselaraskan langsung dengan kebutuhan nyata di PT. Schneider Indonesia-Cikarang Plant.

Mempertegas Keunggulan Vokasi SMKN 2 Kebumen Kepala SMKN 2 Kebumen, Bapak Joni Hariyanto, S.Pd., M.T., menutup dengan menyampaikan terima kasih atas kepercayaan berkelanjutan dari PT Schneider Indonesia Cikarang plant. Melalui program Kelas Industri TITL ini, SMKN 2 Kebumen bertekad melahirkan lulusan yang tidak hanya menguasai teori ketenagalistrikan, tetapi juga berkarakter industri dan siap kerja.

Pembekalan Praktik Kerja Lapangan (PKL) Kelas XI Tahun Ajaran 2025/2026

SMK Negeri 2 Kebumen melalui Pokja Praktik Kerja Lapangan (PKL) menyelenggarakan kegiatan Pembekalan Praktik Kerja Lapangan bagi peserta didik kelas XI Tahun Ajaran 2025/2026. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, yaitu pada tanggal 18–19 Mei 2026, bertempat di GOR Abimanyu, sebagai bentuk persiapan awal sebelum siswa diterjunkan ke dunia kerja dan industri

Pembekalan PKL ini bertujuan untuk memberikan bekal pengetahuan, wawasan, serta pemahaman kepada peserta didik agar lebih siap menghadapi lingkungan kerja di tempat Praktik Kerja Lapangan. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu membangun kesiapan mental, meningkatkan kedisiplinan, serta menanamkan sikap profesional, tanggung jawab, dan etika kerja kepada siswa selama menjalankan PKL.

Melalui pembekalan ini, siswa memperoleh berbagai materi penting yang berkaitan dengan pelaksanaan PKL, mulai dari tata tertib, budaya kerja di dunia industri, komunikasi di lingkungan kerja, keselamatan dan kesehatan kerja, hingga pemahaman mengenai hak dan kewajiban peserta PKL. Dengan adanya pembekalan tersebut, siswa diharapkan mampu beradaptasi dengan baik serta menunjukkan kompetensi dan karakter positif selama berada di dunia kerja.

Dalam pelaksanaannya, SMK Negeri 2 Kebumen tidak hanya menghadirkan narasumber dari internal sekolah, tetapi juga menggandeng berbagai pihak eksternal guna memperkaya wawasan peserta didik. Narasumber yang dihadirkan berasal dari unsur dunia industri serta pihak BPJS yang memberikan pemahaman terkait kesiapan kerja, budaya industri, keselamatan kerja, serta perlindungan ketenagakerjaan bagi siswa selama menjalani PKL. Adapun jadwal pembekalan siswa PKL telah disusun sebagai pedoman pelaksanaan kegiatan sehingga seluruh peserta dapat mengikuti setiap sesi secara terarah dan maksimal.

Kegiatan pembekalan ini menjadi salah satu langkah nyata SMK Negeri 2 Kebumen dalam menyiapkan lulusan yang tidak hanya unggul dalam kompetensi keahlian, tetapi juga memiliki integritas, etos kerja, dan kesiapan menghadapi tantangan dunia usaha dan dunia industri.


Melalui kegiatan Pembekalan Praktik Kerja Lapangan ini, diharapkan seluruh peserta didik kelas XI SMK Negeri 2 Kebumen mampu melaksanakan PKL dengan penuh tanggung jawab, disiplin, serta menjunjung tinggi nama baik sekolah di lingkungan dunia kerja. Semoga pengalaman yang diperoleh selama PKL dapat menjadi sarana pembelajaran berharga dalam meningkatkan kompetensi, memperluas wawasan, dan membentuk karakter profesional sebagai bekal menghadapi masa depan.

Komunitas Belajar (BerKobar) SMK Negeri 2 Kebumen: Berbagi Praktik Baik Implementasi Pembelajaran Mendalam dan Metode Inquiry Collaborative

Sebagai upaya meningkatkan kompetensi guru dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran yang bermakna, Komunitas Belajar (BerKobar) SMK Negeri 2 Kebumen menyelenggarakan kegiatan Berbagi Praktik Baik dengan tema “Implementasi Pembelajaran Mendalam dan Metode Inquiry Collaborative Guru Mapel Umum dengan Mapel Kejuruan” pada Senin, 13 Oktober 2025, bertempat di Aula Atas SMK Negeri 2 Kebumen.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 07.45 hingga 09.00 WIB ini dihadiri oleh para guru mata pelajaran umum dan kejuruan. Dengan Narasumber guru yang telah mengikuti diklat Pembelajaran Mendalam Guru SMK oleh BBPPMPV Seni dan Budaya Yogyakarta dari yaitu Ibu Esti Retnoningsih, S.Si.,M.Pd dan Bapak Jamaludin Bagus D, S.Pd kegiatan ini sekaligus sebagai bagian dari pengimbasan diklat Pembelajaran Mendalam tersebut. Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk memperkuat kolaborasi antarguru dalam mengembangkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga pada proses berpikir kritis, kreatif, dan reflektif siswa.

Sebagai narasumber, Ibu Esti Retnoningsih, S.Si.,M.Pd , salah satu guru inspiratif yang membagikan praktik baiknya dalam mengimplementasikan pembelajaran mendalam (deep learning) di lingkungan SMK. Bapak Jamaludin Bagus D, S.Pd menyampaikan materi Metode Inquiry Collaborative Guru Mapel Umum dengan Mapel Kejuruan” . Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan konsep, prinsip, tujuan, serta bentuk asesmen yang sesuai untuk mendukung pembelajaran mendalam dan Metode Inquiry Collaborative Guru Mapel Umum dengan Mapel Kejuruan”.

🧩 1. Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)

Pengertian

Pembelajaran mendalam adalah proses belajar yang menekankan pada pemahaman konsep secara menyeluruh, keterkaitan antarpengetahuan, serta penerapannya dalam konteks nyata. Peserta didik tidak hanya menghafal, tetapi juga memahami, menganalisis, dan menghubungkan pengetahuan dengan kehidupan serta dunia kerja.

Prinsip-Prinsip Pembelajaran Mendalam

  1. Berpusat pada peserta didik.
  2. Berkonteks nyata dan relevan.
  3. Berbasis kolaborasi dan refleksi.
  4. Menumbuhkan kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS).
  5. Mendorong kemandirian dan tanggung jawab belajar.

Tujuan Pembelajaran Mendalam

  • Mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan analitis.
  • Menumbuhkan karakter dan nilai-nilai positif.
  • Menghubungkan teori dengan praktik nyata di dunia kerja.
  • Membentuk peserta didik yang mandiri, reflektif, dan berdaya saing.

Asesmen Pembelajaran Mendalam di SMK

Meliputi asesmen proyek, asesmen kinerja, portofolio, refleksi diri, serta umpan balik formatif untuk memantau perkembangan peserta didik secara holistik.


🔍 2. Inquiry Collaborative

Pengertian Inquiry Collaborative

Inquiry Collaborative adalah model pembelajaran berbasis penyelidikan (inquiry) yang dilakukan secara kolaboratif antara guru maupun antar peserta didik. Model ini menekankan proses pencarian dan penemuan pengetahuan melalui kegiatan eksplorasi, eksperimen, diskusi, dan refleksi bersama.
Tujuan utamanya adalah agar siswa belajar melalui proses bertanya, meneliti, dan menemukan sendiri jawaban, dengan bimbingan guru yang berperan sebagai fasilitator dan rekan belajar.

Prinsip-Prinsip Inquiry Collaborative

  1. Berbasis pertanyaan dan penyelidikan. Pembelajaran dimulai dari permasalahan nyata yang menantang rasa ingin tahu siswa.
  2. Kolaboratif dan interdisipliner. Melibatkan kerja sama lintas mata pelajaran (umum dan kejuruan).
  3. Berpusat pada siswa. Siswa aktif mengeksplorasi, menganalisis, dan menarik kesimpulan.
  4. Reflektif dan terbuka. Siswa dan guru sama-sama merefleksikan proses belajar.
  5. Berorientasi pada solusi nyata. Hasil pembelajaran diarahkan pada pemecahan masalah praktis dan aplikatif.

Tujuan Inquiry Collaborative

  • Menumbuhkan rasa ingin tahu dan kemampuan berpikir kritis peserta didik.
  • Mendorong kolaborasi lintas disiplin ilmu antara guru mapel umum dan kejuruan.
  • Membiasakan siswa untuk belajar melalui proses ilmiah dan pemecahan masalah nyata.
  • Menguatkan keterampilan komunikasi, kerja sama, dan tanggung jawab.
  • Menghasilkan pembelajaran yang bermakna dan relevan dengan dunia industri dan kehidupan.

Contoh Penerapan Inquiry Collaborative di SMK Negeri 2 Kebumen (Jurusan Teknik Pemesinan)

Sebagai contoh, guru Matematika berkolaborasi dengan guru Teknik Pemesinan dalam proyek pembelajaran bertema “Optimalisasi Perhitungan Sudut Potong pada Proses Bubut”.

Langkah-langkah pembelajarannya meliputi:

  1. Merumuskan pertanyaan pemicu: “Bagaimana menentukan sudut potong yang tepat agar hasil pembubutan efisien dan presisi?”
  2. Siswa melakukan penyelidikan: Menggunakan konsep trigonometri (dari mapel Matematika) untuk menghitung sudut dan kecepatan potong.
  3. Praktik di bengkel pemesinan: Menerapkan hasil perhitungan pada mesin bubut nyata dengan bimbingan guru kejuruan.
  4. Refleksi dan diskusi: Siswa menganalisis hasil kerja, membandingkan efisiensi antar metode, dan menyimpulkan hubungan antara teori dan praktik.
  5. Presentasi hasil: Siswa mempresentasikan temuan dan rekomendasi perbaikan kepada rekan dan guru.

Kegiatan semacam ini menunjukkan bagaimana Inquiry Collaborative dapat menyatukan kompetensi akademik dan vokasional, sehingga pembelajaran menjadi lebih kontekstual, bermakna, dan berdampak nyata pada kemampuan siswa di dunia kerja.

Kegiatan Komunitas Belajar (BerKobar) ini menjadi bukti nyata semangat guru-guru SMK Negeri 2 Kebumen dalam terus berinovasi dan berbagi praktik baik.
Melalui penerapan pembelajaran mendalam dan Inquiry Collaborative, diharapkan proses belajar di SMK tidak hanya menghasilkan siswa yang cerdas secara akademik, tetapi juga cerdas berpikir, tangguh berkarakter, dan siap bersaing di dunia industri maupun masyarakat.

l